Pembangunan Ekonomi: Masalah Perkembangan Ekonomi

OLEH: AGUS ADHARY
A. Pembangunan Ekonomi Dan Ekonomi Pembangunan.

Pembangunan Ekonomi sering diartikan sebagai serangkaian usaha dalam suatu perekonomian untuk  mengembangkan kegiatan ekonominya sehingga infrastruktur lebih banyak tersedia, perusahaan semakin banyak dan semakin berkembang, taraf pendidikan semakin tinggi dan teknologi semakin meningkat.

Ekonomi Pembangunan adalah suatu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang mempelajari tentang masalah-masalah ekonomi  di  negara-negara berkembang.

Beberapa factor kekurangperhatian terhadap pembangunan pada masa sebelum Perang Dunia II, diantaranya adalah:

  1. Penjajahan Masih Berlangsung Secara Meluas.

Pembangunan di daerah jajahan memiliki tiga tujuan diantaranya adalah:

  • Mengeksploitasi kekayaan di daerah jajahannya.
  • Menyediakan bahan bakar mentah untuk  industri di Negara penjajah.
  • Menyediakan pasar untuk barang industri yang dihasilkan di Negara penjajah.

2. Kekurangan Perhatian dalam Masyarakat yang Terjajah.

Para pemimpin negeri yang terjajah cenderung hanya memikirkan bagaimana negaranya bisa merdeka dan terlepas dari penjajahan sementara factor pembangunan ekonomi dikesampingkan.

3. Kekurangan Perhatian di Kalangan Cendikiawan.

Analisis mengenai pembangunan ekonomi sangat terbatas karena pada saat itu semua ahli dan cendikiawan sibuk memerhatikan masalah kemerosotan ekonomi (depresi) sebelum Perang Dunia II.

Setelah berakhir Perang Dunia II perhatian pada pembangunan ekonomi mulai berkembang dengan pesat hal ini di tenggarai pada beberapa alasan:

  1. 1. Keinginan Negara Berkembang untuk Mengatasi Keterbelakangan Mereka.

Negara berkembang segera memulihkan diri untuk segera berbenah mengetasi ketertinggalan mereka dengan mensejahterakan penduduknya dibandingkan dengan prestasi Negara bekas penjajah mereka, ada beberapa Negara baru muncul setelah Perang Dunia II, diantaranya adalah: India, Pakistan, Srilangka, Myanmar, Filipina, Indonesia dan korea, sedangkan pada tahun 1950-an lebih banyak lagi Negara terjajah memerdekakan Negara mereka diantaranya seperti, Malaysia, Singapura, Brunai, dan berbagai Negara di Afrika.

2. Sebagai Usaha Membantu Mewujudkan Pembangunan Ekonomi untuk Menghambat Perkembangan Komunisme.

Setelah Perang Dunia II banyak Negara-negara yang beralih ideologi yang pada saat itu dikuasai oleh Komunis, seperti Negara Rusia yang menjadi Negara Komunis pertama didunia pada tahun 1917, kemudian dieropa Jerman Timur berpisah dengan Jerman Barat dan menjadi Negara Komunis sementara di Asia beberapa Negara juga menganut paham Komunis seperti Cina, Korea Utara dan Vietnam dan di Eropa timur seperti Polandia, hungaria, Cekoslovekia, Bulgaria dan Rumania yang menimbulkan konflik baru disebut Cold War “Perang Dingin” kemudian mereda pada tahun 1980-an.

3. Sebagai Usaha untuk Meningkatkan Hubungan Ekonomi.

Adanya bantuan Negara Maju terhadap Negara Berkembang yang sangat efisien dan prosfektif sehingga mampu mempererat hubungan ekonomi antar Negara-negara yang lain.

4. Berkembangnya Keinginan untuk Membantu Negara Berkembang.

Setelah Perang Dunia II Negara Maju mulai memperhatikan nasib manusia, adanya keinginan untuk membantu Negara berkembang seperti melalui pinjaman dengan tarif ringan, adakalanya jangka pinjaman dapat mencapai (20-30).

Setelah setengah abad pasca Perang Dunia II masalah pembangunan tetap menjadi aspek penting yang banyak mendapat perhatian dalam hubungan dan kerjasama Internasional.

B. Perbedaan pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu ukuran kuantitatif yang menggambarkan perkembangan suatu perekonomian dalam suatu tahun tertentu apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi digunakan formula sebagai berikut:

Unsur diatas dijelaskan sebagai berikut:

g  adalah persentase pertumbuhan ekonomi

GDP1 adalah (gross domestic product atau produk domestic bruto atau dengan ringkas PDB)

GDP0 adalah pendapatan nasional rill pada tahun sebelumnya.

Pembangunan Ekonomi adalah pertumbuhan Ekonomi ditambah dengan perubahan, maksudnya adalah hasil yang meningkat dari pertumbuhan ekonomi disebut Pembangunan Ekonomi.

C. Beberapa Ciri Umum Negara Berkembang.

1. Tingkat Kemakmuran Relatif Rendah.

Yang mempengaruhi adalah tingkat insfrastruktur yang masih rendah, air bersih dan listrik yang belum memadai, pendapatan perkapita lebih rendah daripada pendapatan perkapita Negara yang berpendapatan tinggi, sebagai akibat pendapatan yang rendah, maka menimbulkan masalah-masalah berikut

  1. Masalah kekurangan gizi dan taraf kesehatan ynag rendah
  2. Kemiskinan masih meluas.
  3. Taraf pendidikan masih rendah.

2. Produktivitas Pekerja Sangat Rendah.

Hal tersebut disebabkan factor- factor sebagai berikut:

  1. Sebagian besar penduduk di Negara berkembang ada di sektor pertanian tradisional, produktifitas pertanian tradisional sangat rendah.
  2. Kebanyakan usaha manufaktur terdiri dari usaha keluarga, yang menggunakan mesin tradisional.
  3. Sektor jasa dan pertanian menghadapi masalah pengangguran terselubung.
  4. Pada sektor ekonomi, taraf pendidikan masih sangat kurang.

3. Tingkat Pertambahan Penduduk Sangat Tinggi.

Sesudah PD II masalah pertambahan penduduk sulit dibendung sementara tingkat mortalitas menurun akhirnya menyebabkan pembengkakan penduduk di tiap-tiap Negara. Hal ini menimbulkan beberapa efek yang berikut.

  1. Jumlah tanggungan dalam keluarga semakin meningkat.
  2. Besarnya tanggungan ditambah dengan pekerjaan yang rendah.
  3. Pertambahan tenaga kerja sangat cepat sementara tidak dimbangi dengan pertambahan kesempatan kerja.

4. Kegiatan Ekonomi bersifat “Dualisme”.

Di daerah berkembang pergerakan sektor ekonomi masih terpusat pada pertanian, ada dualisme proses pekerjaan dalam sektor pertanian, sebagai contoh, pertanian masih menggunakan sistem tradisional, sementara perusahaan yang bergerak di bidang pertanian yang lain telah menggunakan peralatan dengan teknologi yang canggih.

5Kegiatan Ekonomi Tetap Terpusat di Sektor Pertanian.

Lebih dari setengah abad Negara berkembang masih saja terpaku pada masalah pertanian, sehingga sektor yang membuka peluang hanya sektor pertanian saja.

6. Bahan mentah Merupakan Ekspor Terpenting.

Setelah penjajahan menimpa Negara berkembang sehingga membentuk kebiasaan untuk menyerahkan hasil bumi kepada Negara maju untuk industry mereka, padahal apabila bahan mentah itu dikelola sendiri mungkin akan berdampak signifikan terhadap Negara berkembang yang memiliki sumber daya alam yang banyak, pada dasarnya Negara berkembang cenderung bersifat konsumtif daripada produktif.

D. Perkembangan Ekonomi Dunia dan Jurang Pembangunan.

Perkembangan ekonomi mulai berkembang pada abad 15 dimana pedagang-pedagang antar benua mulai ramai. Puncaknya terjadi setelah Revolusi Industri di Inggris.

  1. 1. Perkembangan Penduduk, Pendapatan Nasional dan per Kapita.
TAHUN PENDUDUK

DUNIA (JUTA)

PDB DUNIA

(DOLLAR 1990, MILIAR)

PENDAPATAN PER KAPITA PENDUDUK DUNIA (DOLLAR 1990)
0

1000

1500

1820

1870

1913

1950

1973

1995

250

237

425

1.068

1.260

1.772

2.512

3.897

6.672

106

115

240

695

1.128

2.726

5.372

16.064

29.423

425

420

565

651

895

1.539

2.138

4.123

5.188

  1. 2. Jurang Pembangunan Hingga Pertengahan Abad Kedua Puluh.

Perbandingan relatif pendapatan per kapita di Negara-negara baru, Eropa Barat, Daerah Eropa lain, Rusia Tahun 1894-95, 1938, 1949.

DAERAH 1894-95 1938 1949
1 Negara-negara Baru 301 325 628
2 Eropa Barat 186 207 228
3 Daerah Eropa Lainnya 100 100 100
4 Rusia 65 79 142

E. Menelusuri Arti Pembangunan.

  1. Kelemahan pendapatan Per Kapita Sebagai Indeks Tingkat Kesejahteraan.
    1. a. Beberapa Factor Non Ekonomi yang Menentukan Kesejahteraan.

Factor alam dan kebiasaan adat istiadat biasanya membantu kesejahteraan, seperti contoh kehidupan di pedalaman, Pegunungan yang memiliki kondisi wilayah yang baik untuk bercocok tanam.

b. Beberapa Faktor Lain yang Mempengaruhi Tingkat Kesejahteraan.

  • Komposisi Umur Penduduk.
  • Distribusi Pendapatan Masyarakat.
  • Pola Pengeluaran Masyarakat.
  • Komposisi Pendapatan Nasioanal.
  • Jumlah Masa Lapang yang dinikmati Masyarakat.
  • Perubahan-perubahan dalam Keadaan Pengangguran.

Beberapa Kelemahan Cara Penghitungan Pendapatan Per Kapita.

  Nennehda  NEGARA A NNNNN    NEGARA B
Fhdhdh     Jumlah Harga

Per unit

Nilai Jumlah Harga Per

Unit

Nilai
1. Makanan 200 50 peso 10.000 peso 200 200 dollar 4.000 dollar
2. Pakaian 100 100 peso 10.000 peso 100 25 dollar 2.500 dollar
Produksi Nasional 20.000 peso 6.500 dollar
(a) Dalam nilai

Mata uang

sendiri

(b) Dalam nilai

Mata uang

sendiri

5000 dollar 26.000 dollar

d. Distribusi Pendapatan Dalam Pembangunan Ekonomi.

1) Distribusi Pendapatan Relatif

Untuk menggambarkan distribusi pendapatan relatif di beberapa Negara, dibagi kepada tiga golongan, yaitu:

  • 40% penduduk yang menerima pendapatan paling rendah.
  • 40% penduduk berpendapatan menengah
  • 20% penduduk berpendapatan paling tinggi.

2) Pembangunan Ekonomi dan Pendapatan golongan Miskin

Dalam analisis pembanguna ekonomi, gambaran paling penting yang perlu diperoleh mengenai keadaan distribusi pendapatan adalah cirri-ciri keterkaitan antara pembangunan ekonomi dan corak perubahan distribusi pendapatan. Dengan menggunakan sata dari 18 negara, diantaranya tiga Negara maju (prancis, Finlandia, dan Kanada) , dan 1 negara Komunis (Bulgaria) dengan cara membandingkan tingakat pertumbuhan dari pendapatan 40% penduduk yang pendapatannya paling rendah dengan tingkat pertumbuhan pendapatan nasional masyarakat tersebut. Di enam Negara yaitu Taiwan, Bulgaria, Iran, Sri Langka, Kolombia, dan Kanada tingkat pertumbuhan pendapatan daro 40 % penduduk berpendapatan terendah melebihi tingkat perumbuhan Produk Nasional Bruto. Di satu Negara yaitu Korea Selatan, tingkat pertumbuhan keduanya adalah sama. Di antara Negara-negara ini, terdapat Negara-negara yang tingkat pembangunan ekonominya cepat, yaitu Taiwan, Bulgaria, Iran dan Korea Selatan.

e. Masalah Pengangguran di Negara Berkembang.

Masalah pengangguran di berbagai Negara berkembang bukanlah sebuah berita baru, karena Negara berkembang memang memiliki masalah dengan pengangguran dikarenakan proses Negara berkembang tidak sejalan dengan perubahan sistem ekonomi, di satu sisi pembangunan ekonomi berpeluang membuka kesempatan kerja, tpi di lain sisi hal ini justru mempersempit pe,luang kerja. Pengangguran justru bertumpuk pada daerah terpencil misalnya di daeran pedesaan. Di daerah pedesaan biasanya pegangguran di bagi kedalam dua kelompok yaitu:

  • Pengangguran Musiman, adalah pengangguran yang hanya terjadi saat masa kerja telah habis disebabkan oleh selesainya suatu proyek.
  • Pengangguran Terselubung, adalah pekerja yang bekerja dengan taraf nilai yang rendah sehingga betapapun kerasnya sebuah pekerjaan tetap saja tidak ada pertambahan nilai dan produksi sehingga tidak mencukupi pendapatan.

  • f. Beberapa Usaha Untuk Menyempurnakan Cara Membandingkan Tingkat Kesejahteraan.

Indeks tingkat kesejahteraan dari masing-masing Negara ditentukan berdasarkan kepada tingkat konsumsi atau jumlah dtok barang dari beberapa jenis barang tertentu yang datanya dapat  diperoleh dengan mudah di Negara berkembang, data tersebut adalah:

  • Jumlah konsumsi baja dalam satu tahun dan dinyatakan dalam kilogram.
  • Jumlah konsumsi semen dalam satu tahun dikalikan 10 dan dinyatakan dalam ton.
  • Jumlah surat dalam negeri dalam satu tahun.
  • Jumlah stok pesawat radio dikalikan 10.
  • Jumlah stok telepon dikalikan 10.
  • Jumlah stok berbagai jenis kendaraan.
  • Jumlah konsumsi daging dalam satu tahun dinyatakan dalam kilogram.

F. Masalah Penduduk dan Implikasinya.

  1. Masalah Penduduk.

Yang menjadi pokok masalah dalam pembangunan adalah tingginya jumlah penduduk dalam satu Negara yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Setiap tahunnya penduduk Negara diperkirakan bertambah sebanyak 100 sampai 120 juta jiwa, dan 80 hingga 90 juta merupakan pertambahan dari Negara berkembang.

  1. Faktor yang Mempercepat Perkembangan Penduduk.

Perkembangan penduduk dunia yang besar jumlahnya tersebut disebabkan oleh:

  • Jumlah Penduduk.
  • Tingkat Pertambahan Penduduk.
  1. Perkembangan Penduduk Setelah Tahun 1970-an

Perhatikan table berikut.

Kelompok

Negara

Pertengahan

Tahun 1976

% Pertengahan Tahun 1988 % 2000 %
LIC

MIC

HIC

2.284

1.080

657

56,8

26,9

16,3

2.784

1.170

784

59,6

24,2

16,2

3.659

1.441

953

60,4

23,9

15,7

JUMLAH 4.021 100 4.838 100 6.053 100
  1. Low Income Coutries (LIC) Negara yang berpendapatan rendah.
  2. Middle Income Countries (MIC) Negara yang berpendapatan menengah.
  3. High Income Countries (HIC) Negara yang berpendapatan tinggi.

G. Faktor-Faktor yang Menimbulkan Tingkat Perkembangan Penduduk yang Cepat.

  1. Tahap-Tahap Perkembangan Penduduk.

Tingkat Kelahiran,

Tingkat Kematian,

Dan Pertambahan Penduduk

Golongan Negara

(Berdasarkan Pendapatan per kapita Tahun 1958)

US$575 atau lebih US$200-US$575 Kurang dari US$200
(untuk setiap 1000 penduduk)
Tahun 1911-1913

Tingkat kelahiran

Tingkat kematian

Pertambah Alami

26,0

22,6

10,8

35,1

22,6

12,5

39,6

27,9

11,7

Tahun 1957-1961

Tingkat Kelahiran

Tingkat Kematian

Pertambahan Alami

19,4

9,9

9,5

32,5

9,0

23,7

38,0

12,1

25,9

H. Struktur Umur Penduduk dan Masalah Pengangguran.

  1. Peningkatan dalam Jumlah Tanggungan.

Masalah yang sering muncul dari tingginya kelahiran adalah meningkatnya jumlah tanggungan setiap keluarga tanpa ada keringanan dari tingginya pendapatan.

  1. Masalah Pengangguran Bertambah Serius.

Perhatikan Tabel berikut.

Proyeksi Tingkat Pertambahan Tenagan Kerja Hingga Tahun 2000 (dalam persen).

Tingkat Pertambahan
1970-1980 1980-1990 1990-2000
Negara-negara Maju

Negara-negara Berkembang

1,1

2,1

0,9

2,4

0,9

2,6-2,8

Asia Selatan

Asia Timur

Afrika

Amerika latin

2,3

1,6

2,2

2,8

2,6

2,1

2,5

3,0

2,9

2,5

2,7

3,3

  1. I. Masalah Perpindahan Penduduk Dari Daerah Pedesaan ke Kota Besar.
  2. 1. Urbanisasi di Negara

Perpindahan penduduk dari desa ke kota tidak selalu berdampak negative seperti halnya yang berlaku di Negara berkembang, perpindahan penduduk desa ke kota bisa membantu pembengunan ekonomi di daerah tersebut, karena apabila penduduk tetap menetap disuatu wilayah maka penduduk tersebut hanya akan menambah beban tenaga kerja diwilayah itu tapi apabila mereka berpindah tempat tentu masih banyak pekerjaan di daerah kota yang dapat mereka lakukan.

2. Urbanisasi di Negara Berkembang.

Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang terjadi di Negara berkembang tidak sama halnya seperti di Negara Maju, hal ini di tengarai oleh tingginya angka urbanisasi yang menyebabkan penuhnya penduduk di suatu kota tanpa di imbangi dengan kesempatan lapangan kerja yang memadai.

3. Masalah Pengangguran di Kota-kota Besar.

Pengangguran di kota- kota besar berdampak buruk seiring laju pertumbuhan yang melebihi kapasitas pekerjaan, sehingga selain bertambahnya pengangguran di desa-desa demikian juga di kota-kota sehingga berdampak terhadap kemajuan ekonomi dalam pembangunan ekonomi.

 

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: